Oddy – Your Automotive Buddy

Abaikan Km Ganti Oli Motor, Ini 5 Risiko yang Menanti

Ganti oli mesin pada motor merupakan salah satu bagian penting yang harus dilakukan secara rutin dengan berpatokan pertama-tama pada jarak atau kilometer (km) yang telah ditempuh dan mengabaikan patokan km ganti oli motor bisa membawa risiko fatal.

Pada motor, oli mesin merupakan salah satu bagian paling penting. Oli memiliki banyak fungsi. Mulai dari sebagai pelumas, pelindung dari karat, pembersih mesin, pendingin mesin, hingga meningkatkan performa motor.

Aturan km ganti oli motor sendiri bermacam-macam. Untuk motor yang masih menggunakan karburator, dianjurkan agar mengganti oli setiap 2000 km. Sementara motor injeksi, sebaiknya mengganti oli setiap mencapai 4000 km.

Tetapi km ganti oli bukan satu-satunya patokan. Waktu juga bisa jadi patokan dan dalam skenario lain, ada tanda-tanda spesifik pada motor yang memberi tanda bahwa sudah saatnya kamu mengganti oli.

Lalu, dengan segudang fungsi krusial di atas, risiko apa saja yang bisa terjadi akibat melanggar aturan km ganti oli? Berikut ulasannya:

Kinerja Mesin Turun
Salah satu fungsi oli adalah untuk melumasi mesin, sehingga bisa bekerja dengan lancar. Nah, jika oli yang digunakan sudah tidak maksimal, maka tidak lagi bisa melindungi gesekan antara komponen mesin.

Alhasil, kinerja mesin motor juga akan menurun. Pengendara juga akan mendengar suara serta getaran yang tidak biasa pada motornya. Lebih parah lagi, komponen-komponen motor bisa lebih cepat rusak.

Overheat
Seperti juga dijelaskan, bahwa oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Jika sudah terlalu lama digunakan, maka kemampuannya untuk mendinginkan mesin akan berkurang. Hasilnya, motor akan lebih cepat panas saat dikendarai. Ini juga bisa menyebabkan motor cepat rusak.

Boros
Saat komponen motor mudah rusak karena gesekan dan overheat, maka Anda akan dipaksa menguras kantong lebih dalam. Biaya servis akan semakin banyak dikeluarkan hanya karena masalah yang sebenarnya sepele.

Selain biaya servis, dompet juga semakin tipis karena konsumsi bensin juga makin rakus. Alasannya karena mesin dipaksa bekerja lebih keras, sebab oli yang berfungsi sebagai pelumas tak lagi membuat kinerja mesin mulus.

Usia mesin lebih pendek
Ujung-ujungnya, karena sering telat ganti oli, usia mesin Honda Beat kamu bisa lebih pendek. Alasannya sederhana saja, gesekan dan overheat membuat mesin motor lebih cepat rusak. Dalam beberapa kasus, bisa membuat motor turun mesin.

Harga jual turun
Muara semua pelanggaran terhadap aturan ganti oli motor Beat adalah pada turunnya harga jual. Mengapa bisa demikian? Saat akan membeli motor bekas, orang akan memperhatikan kondisi mesin. Motor yang sering telat ganti oli, kondisi mesinnya lebih buruk dan tarikannya juga tidak optimal. Dua faktor ini akan jadi pertimbangan calon pembeli saat menawar harga.

Itulah 5 risiko jika mengabaikan aturan km ganti oli motor. Cara mengganti oli mesin sendiri sebenarnya mudah dan bisa dilakukan di rumah. Tetapi jika Anda tipe yang sibuk, layanan bengkel motor online bisa jadi solusi. Ada beberapa layanan bengkel online yang bahkan bisa membantu Anda melakukan ganti oli di rumah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *